Kenikmatan Surga Bagi Orang Beriman
Kenikmatan Surga Bagi Orang Beriman adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab Riyadhus Shalihin Min Kalam Sayyid Al-Mursalin. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Mubarak Bamualim, Lc., M.H.I. pada Selasa, 1 Sya’ban 1447 H / 20 Januari 2026 M.
Kajian Tentang Kenikmatan Surga Bagi Orang Beriman
Imam An-Nawawi Rahimahullah menuliskan sebuah bab khusus mengenai penjelasan tentang apa yang telah Allah siapkan bagi orang-orang beriman di surga. Bab ini diletakkan di bagian akhir kitab Riyadhus Shalihin sebagai bentuk harapan (tafa’ul) dan optimisme. Melalui rahmat Allah ‘Azza wa Jalla serta ketaatan yang dilakukan selama di dunia, seorang mukmin diharapkan dapat meraih balasan berupa surga Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Allah Subhanahu wa Ta’ala menjanjikan balasan atas segala amal kebaikan yang dilakukan oleh hamba-hamba-Nya yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Segala bentuk nikmat tersebut merupakan anugerah dan kemurahan dari-Nya.
Keadaan Orang Bertakwa di Surga
Dalil pertama yang dibawakan oleh Imam An-Nawawi Rahimahullah dalam bab ini adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam Surah Al-Hijr:
إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ ﴿٤٥﴾ ادْخُلُوهَا بِسَلَامٍ آمِنِينَ ﴿٤٦﴾
“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu berada dalam surga-surga dan (di dekat) mata air-mata air (yang mengalir). (Dikatakan kepada mereka), ‘Masuklah ke dalamnya dengan sejahtera dan aman’.” (QS. Al-Hijr[15]: 45-46)
Ayat ini menggambarkan kemudahan dan berbagai nikmat yang diterima penghuni surga. Mereka memasuki surga dengan penuh kesejahteraan serta keamanan, karena telah diselamatkan dari azab Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Selain kenikmatan fisik, Allah ‘Azza wa Jalla juga memberikan kenikmatan batin dengan menyucikan hati mereka. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَنَزَعْنَا مَا فِي صُدُورِهِم مِّنْ غِلٍّ إِخْوَانًا عَلَىٰ سُرُرٍ مُّتَقَابِلِينَ ﴿٤٧﴾ لَا يَمَسُّهُمْ فِيهَا نَصَبٌ وَمَا هُم مِّنْهَا بِمُخْرَجِينَ ﴿٤٨﴾
“Dan Kami lenyapkan segala rasa dendam yang ada dalam hati mereka; mereka merasa bersaudara, duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan surga. Mereka tidak merasa lelah di dalamnya dan mereka tidak akan dikeluarkan darinya.” (QS. Al-Hijr[15]: 47-48)
Persaudaraan hakiki hanya dimiliki oleh orang-orang beriman, baik di dunia maupun di akhirat kelak. Di surga, mereka tidak akan merasakan kelelahan sedikit pun dan akan kekal di dalamnya tanpa perlu khawatir akan dikeluarkan.
Jaminan Keamanan dan Kebahagiaan
Dalil lain yang dibawakan oleh Imam An-Nawawi Rahimahullah terdapat dalam Surah Az-Zukhruf. Allah ‘Azza wa Jalla memanggil hamba-hamba-Nya yang taat untuk memberikan ketenangan:
يَا عِبَادِ لَا خَوْفٌ عَلَيْكُمُ الْيَوْمَ وَلَا أَنتُمْ تَحْزَنُونَ ﴿٦٨﴾
“Wahai hamba-hamba-Ku! Tidak ada ketakutan bagimu pada hari itu dan tidak pula kamu bersedih hati.” (QS. Az-Zukhruf[43]: 68)
Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan jaminan kepada hamba-hamba-Nya bahwa pada hari kiamat kelak tidak akan ada rasa takut maupun kesedihan bagi mereka. Mereka adalah orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Allah dan senantiasa berserah diri. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
الَّذِينَ آمَنُوا بِآيَاتِنَا وَكَانُوا مُسْلِمِينَ ﴿٦٩﴾ ادْخُلُوا الْجَنَّةَ أَنتُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ تُحْبَرُونَ ﴿٧٠﴾
“(Yaitu) orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami dan mereka berserah diri. Masuklah kamu ke dalam surga, kamu dan pasanganmu akan digembirakan.” (QS. Az-Zukhruf[43]: 69-70)
يُطَافُ عَلَيْهِم بِصِحَافٍ مِّن ذَهَبٍ وَأَكْوَابٍ ۖ وَفِيهَا مَا تَشْتَهِيهِ الْأَنفُسُ وَتَلَذُّ الْأَعْيُنُ ۖ وَأَنتُمْ فِيهَا خَالِدُونَ ﴿٧١﴾ وَتِلْكَ الْجَنَّةُ الَّتِي أُورِثْتُمُوهَا بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ ﴿٧٢﴾ لَكُمْ فِيهَا فَاكِهَةٌ كَثِيرَةٌ مِّنْهَا تَأْكُلُونَ ﴿٧٣﴾
“Kepada mereka diedarkan piring-piring dan gelas-gelas dari emas, di dalamnya terdapat apa yang diinginkan hati serta segala yang sedap dipandang mata, mereka kekal di dalamnya, dan itulah surga yang diwariskan kepada kamu karena amal perbuatan yang telah kamu kerjakan, dan tersedia bagi mereka banyak buah-buahan untuk dimakan.” (QS. Az-Zukhruf[43]: 71-73)
Keamanan di Tempat yang Mulia
Dalam Surah Ad-Dukhan, Allah Subhanahu wa Ta’ala kembali menegaskan bahwa orang-orang bertakwa akan ditempatkan di tempat yang aman. Ketika di dunia, mereka tidak merasa aman dari azab Allah sehingga perasaan tersebut mendorong mereka untuk terus mempersiapkan diri dengan amal saleh. Sebagai balasan, Allah memberikan keamanan mutlak di akhirat saat manusia lainnya diliputi ketakutan.
إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي مَقَامٍ أَمِينٍ ﴿٥١﴾ فِي جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ ﴿٥٢﴾ يَلْبَسُونَ مِن سُندُسٍ وَإِسْتَبْرَقٍ مُّتَقَابِلِينَ ﴿٥٣﴾
“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam tempat yang aman, (yaitu) di dalam taman-taman dan mata air-mata air; mereka memakai sutra yang halus dan sutra yang tebal, (sambil duduk) berhadap-hadapan.” (QS. Ad-Dukhan[44]: 51-53)
Pakaian sutra dan bejana emas yang diharamkan bagi laki-laki di dunia akan menjadi perhiasan dan fasilitas bagi orang-orang beriman di surga kelak. Selain itu, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :
كَذَٰلِكَ وَزَوَّجْنَاهُم بِحُورٍ عِينٍ ﴿٥٤﴾ يَدْعُونَ فِيهَا بِكُلِّ فَاكِهَةٍ آمِنِينَ ﴿٥٥﴾
“Demikianlah, kemudian Kami berikan kepada mereka pasangan bidadari yang bermata indah, serta mereka dapat meminta segala macam buah-buahan di dalamnya dengan aman dan tenteram.” (QS. Ad-Dukhan[44]: 54-55)
Penghuni surga dapat meminta segala macam buah-buahan dengan perasaan aman dan tentram. Salah satu nikmat terbesar di sana adalah ketiadaan kematian. Setelah kematian pertama di dunia, tidak akan ada lagi kematian di akhirat. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
لَا يَذُوقُونَ فِيهَا الْمَوْتَ إِلَّا الْمَوْتَةَ الْأُولَىٰ ۖ وَوَقَاهُمْ عَذَابَ الْجَحِيمِ ﴿٥٦﴾ فَضْلًا مِّن رَّبِّكَ ۚ ذَٰلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ ﴿٥٧﴾
“Mereka tidak akan merasakan kematian di dalamnya kecuali kematian pertama (di dunia). Dan Allah melindungi mereka dari azab neraka, sebagai karunia dari Rabbmu. Demikian itulah kemenangan yang agung.” (QS. Ad-Dukhan[44]: 56-57)
Imam an-Nawawi rahimahullah membawakan rujukan dari Surah Al-Mutaffifin yang menggambarkan kebahagiaan orang-orang yang berbakti (al-abrar) di dalam surga. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
إِنَّ الْأَبْرَارَ لَفِي نَعِيمٍ ﴿٢٢﴾ عَلَى الْأَرَائِكِ يَنظُرُونَ ﴿٢٣﴾ تَعْرِفُ فِي وُجُوهِهِمْ نَضْرَةَ النَّعِيمِ ﴿٢٤﴾
“Sesungguhnya orang-orang yang berbakti benar-benar berada dalam (surga yang penuh) kenikmatan. Mereka (duduk) di atas dipan-dipan melepas pandangan. Engkau dapat mengetahui dari wajah mereka kesenangan hidup yang penuh kenikmatan.” (QS. Al-Mutaffifin[83]: 22-24)
Kegembiraan penghuni surga tampak jelas dari wajah mereka karena telah meraih janji Allah Subhanahu wa Ta’ala. Mereka diberikan minuman khamar murni yang tidak memabukkan, yang wadahnya masih tersegel dengan minyak kasturi.
يُسْقَوْنَ مِن رَّحِيقٍ مَّخْتُومٍ ﴿٢٥﴾ خِتَامُهُ مِسْكٌ ۚ وَفِي ذَٰلِكَ فَلْيَتَنَافَسِ الْمُتَنَافِسُونَ ﴿٢٦﴾
“Mereka diberi minum dari khamar murni (tidak memabukkan) yang (tempatnya) masih dilak (disegel). Laknya dari minyak kasturi. Dan untuk yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba.” (QS. Al-Mutaffifin[83]: 25-26)
وَمِزَاجُهُ مِن تَسْنِيمٍ ﴿٢٧﴾ عَيْنًا يَشْرَبُ بِهَا الْمُقَرَّبُونَ ﴿٢٨﴾
“Dan campurannya adalah dari Tasnim, (yaitu) mata air yang diminum oleh orang-orang yang dekat kepada Allah.” (QS. Al-Mutaffifin[83]: 27-28)
Gambaran ayat-ayat Al-Qur’an ini bertujuan mendorong setiap mukmin untuk meningkatkan amal kebaikan, bertaubat dari kemaksiatan, dan mengharapkan ampunan-Nya.
Keadaan Fisik Penghuni Surga
Dalam hadits yang diriwayatkan dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memberikan gambaran mengenai aktivitas fisik penghuni surga:
يَأْكُلُ أَهْلُ الْجَنَّةِ فِيهَا وَيَشْرَبُونَ، وَلاَ يَتَغَوَّطُونَ وَلاَ يَمْتَخِطُونَ وَلاَ يَبُولُونَ، وَلَكِنْ طَعَامُهُمْ ذَلِكَ جُشَاءٌ كَرَشْحِ الْمِسْكِ، يُلْهَمُونَ التَّسْبِيحَ وَالتَّكْبِيرَ كَمَا يُلْهَمُونَ النَّفَسَ
“Penghuni surga makan dan minum di dalamnya, namun mereka tidak buang air besar, tidak membuang ingus, dan tidak pula buang air kecil. Makanan mereka keluar melalui sendawa yang aromanya sewangi minyak kasturi. Mereka diilhami untuk bertasbih dan bertakbir sebagaimana mereka diilhami untuk bernapas.” (HR. Muslim)
Hadits ini memberikan pelajaran bahwa nikmat surga bersifat kekal dan sempurna. Tidak ada ampas atau cacat pada makanan surga; semuanya menjadi manfaat bagi tubuh. Selain itu, kehidupan di surga diisi dengan berzikir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala secara alami dan mudah, layaknya helaan napas manusia.
Hakikat Kenikmatan yang Belum Terbayangkan
Melalui hadits qudsi yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menyampaikan bahwa keindahan surga melampaui segala imajinasi manusia:
أَعْدَدْتُ لِعِبَادِي الصَّالِحِينَ مَا لاَ عَيْنٌ رَأَتْ، وَلاَ أُذُنٌ سَمِعَتْ، وَلاَ خَطَرَ عَلَى قَلْبِ بَشَرٍ
“Aku (Allah) telah siapkan bagi hamba-hamba-Ku yang saleh sesuatu yang tidak pernah dilihat oleh mata, tidak pernah didengar oleh telinga, dan tidak pernah terlintas dalam hati manusia.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Sebagai pembenaran atas hal ini, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an:
فَلَا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَا أُخْفِيَ لَهُمْ مِنْ قُرَّةِ أَعْيُنٍ جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
“Maka tidak seorangpun mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyenangkan hati sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. As-Sajdah[32]: 17)
Informasi ini menjadi peringatan sekaligus kabar gembira bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menyiapkan balasan yang sempurna bagi hamba-hamba yang beriman, bertaqwa, serta senantiasa menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
Seorang mukmin yang terjerumus dalam dosa dan kemaksiatan hendaknya segera kembali kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan bertobat, beristighfar, serta memperbanyak amal kebaikan. Allah ‘Azza wa Jalla telah menyiapkan kenikmatan yang tidak pernah dilihat oleh mata bagi hamba-hamba-Nya yang saleh. Segala gambaran surga yang terlintas dalam pikiran manusia, baik mengenai mata air, bidadari, maupun buah-buahannya, pada hakikatnya jauh berbeda dengan realitas di akhirat kelak.
Meskipun terdapat kesamaan nama, seperti buah delima, hakikat buah delima di surga tentu tidak sama dengan buah delima di dunia. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam sebuah hadits qudsi:
أَعْدَدْتُ لِعِبَادِي الصَّالِحِينَ مَا لَا عَيْنٌ رَأَتْ وَلَا أُذُنٌ سَمِعَتْ وَلَا خَطَرَ عَلَى قَلْبِ بَشَرٍ
“Aku telah menyiapkan bagi hamba-hamba-Ku yang saleh sesuatu yang tidak pernah dilihat oleh mata, tidak pernah didengar oleh telinga, dan tidak pernah terlintas dalam benak manusia.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Bagaimana penjelasan lengkapnya? Mari download dan simak mp3 yang penuh manfaat ini.
Download MP3 Kajian
Podcast: Play in new window | Download
Artikel asli: https://www.radiorodja.com/55997-kenikmatan-surga-bagi-orang-beriman/